Cost Efficiency Initiative for New Customer Business Operation

Dengan inisiatif baru GTN untuk mendorong bisnis perusahaan-perusahaan menurun atau terhambat kareana pandemik, GTN telah mendesain sebuah Program yang disebut dengan Business Enablement Program [BEP]. Program ini ditujukan untuk perusahaan-perusahaan yang kondisi dan perfoma bisnis mengalami dampak negative dikarenakan pandemic Covid-19. Dengan adanya Program ini diharapkan dapat membantu perusahaan-perusahaan yang ingin melakukan efisiensi biaya fasilitas infrastruktur atau mengurangi biaya operasional fasilitas infrastruktur pada Pusat Data perusahaan yang ada sekarang. Dengan memindahkan infrastruktur perusahaan pada fasilitas Pusat Data GTN, perusahaan tersebut mendapatkan benefit dari Business Enablement Program seperti Program Rate untuk Rack Colocation pada satu tahun pertama. Selain itu, perusahaan pun mendapatkan benefit migrasi perangkat dari Pusat Data eksisting ke Pusat Data GTN (untuk yang berlokasi di Jabodetabek area), dan koneksi internet local up to 1Gbps tanpa biaya apapun.

Selain untuk mengejar momentum bisnis Pusat Data, program ini juga merupakan salah satu upaya GTN untuk berkontribusi dan menstimulasi bisnis perusahaan-perusahaan yang terdampak Covid-19, sehingga perusahaan dapat terus bertahan dengan bisnisnya hingga keadaan ekonomi mulai membaik.

Happy New Year 2021 and Resolution

“Selamat Tahun Baru 2021! Awal dari sesuatu hal yang baik adalah selalu yang tersulit, Semoga Tahun Baru ini di penuhi dengan kebaikan dan kedamaian!” Begitulah harapan GTN di tahun baru 2021 yang akan menjadi sebuah awal yang baru yang penuh dengan harapan akan membaiknya kondisi saat ini.

Berbicara tentang tahun yang baru tentunya tak luput dari resolusi baru, dan seperti layaknya kita semua, GTN pun tentunya memiliki resolusi yang ingin dicapai di tahun 2021 ini. Beberapa resolusi utama diantaranya meliputi menjaga dan meningkatkan kualitas dan pencapaian yang sudah diraih, terutama menjaga Zero Downtime hingga akhir tahun 2021 menjadi salah satu resolusi utama GTN Data Center. Zero Downtime ini sudah berhasil dipertahankan sejak berdiri dan beroperasinya GTN Data Center pada tahun 2016 silam. Hal ini menjadi salah satu resolusi dan harapan GTN untuk tetap meraih Zero Downtim pada tahun ini dan tahun-tahun mendatang. Usaha yang dikerahkan GTN untuk mempertahankan Zero Downtime ini  tidak kecil dan sedikit. Usaha tersebut mencakup Monitoring realtime secara digital dan fisik serta pemeliharaan rutin baik harian dan bulanan terhadap Fasilitas Data Center dan  sarana pendukungnya, pelatihan sumber daya manusia dan audit secara periodik, hingga electrical test Main Power dan Backup Power yang dilaksanakan setiap 6 bulan sekali.

#GTNDataCenter

#GTNDC

#HappyNewYear2021

#PusatDataIndonesia

Kerjasama GTN Data Center dan Wide Host Media

Mengulang kesuksesan kerjasama sebelumnya dengan salah satu Cloud Service Provider Indonesia, kali ini GTN tengah kembali kerjasama dengan sebuah Cloud Service Provider Indonesia yang bernama Wide Host Media. Cloud Service Provider besutan anak bangsa tersebut didirikan untuk menjadi Cloud Server, Hosting dan Data Center terbaik di Indonesia yang aman, cepat, dan handal. Wide Host Media merupakan unit bisnis milik PT Akashia Thuba Jaya yang berkantor di Wisma Bumiputera Lt.8 Jl. Asia Afrika No.141-149 Bandung 40112. PT Akashia Thuba Jaya sendiri merupakan perusahaan lokal yang didirikan dan dipimpin oleh Bapak Eka Pramudita yang saat ini menjabat sebagai Direktur.

Wide Host Media memiliki berbagai lini produk dari Web Hosting, Cloud Hosting, Domain, Virtual Private Server (VPS), Cloud Server, Dedicated Server, Colocation Server, hingga Rack Cabinet Colocation Server. Layanan Wide Host Media dilengkapi dengan fitur-fitur sebagai berikut:

  1. 99,99% Server and Network Uptime yang didukung multiple upstream, Data Center berstandar internasional, dan infrastruktur terbaik
  2. 24/7 Customer Support Service yang siap membantu selama 24 jam dan dapat dihubungi melalui Live chat, Call Center dan Support Ticket.
  3. Server handal dan aman menggunakan Infrastruktur dan Teknologi terbaik untuk menjangkau pengalaman dan kepuasan pelanggan serta keamanan data.
  4. Super speed untuk pengalaman yang lebih baik dengan teknologi SSD, Hardware yang handal dan konfigurasi terbaik menjadikan server memiliki performa yang baik dan lebih cepat 30 kali lipat

Partnership Registration Event GTN dan Akashia, dengan Tjetjep Dharmawan, CSMO – GTN Data Center (sebelah kanan) dan Eka Pramudita Direktur PT Akashia Thuba Jaya (sebelah kiri)

Oleh karena itu, tepat pada bulan November 2020 lalu, PT Graha Teknologi Nusantara atau GTN Data Center diwakili oleh Bapak Tjetjep Dharmawan menyetujui perjanjian kerjasama dengan Wide Host Media atau PT Akashia Thuba Jaya diwakili oleh Bapak Eka Pramudita. Perjanjian kerjasama ini akan mengukuhkan posisi masing-masing perusahaan di pasar ICT baik di Indonesia ataupun di Asia. Perjanjian kerjasama ini meliputi cross selling masing-masing layanan dimana GTN Data Center sebagai Data Center Provider dan Operator dan Wide Host Media sebagai Service Provider, kerjasama ini juga tentunya akan meningkatkan bisnis eksposur kedua perusahaan di kancah bisnis ICT di Indonesia khusus persaingan di masa pandemik ini.

Secure Your Business With Backup Cyber Protection On Data Center Indonesia

Selasa, 06 Oktober, 2020 – Joint webinar terbaru GTN  kembali digelar. Kali ini Joint Webinar tersebut terdiri dari Acronis, sebuah perusahaan teknologi global Data Protection and Cyber Security, Cloudmatika, sebuah perusahaan penyedia Cloud Services, dan tentu saja GTN sebagai penyedia dan operator Data Center Rated 3 Faclities. Webinar yang diselenggarakan pada siang hari secara virtual melalui aplikasi conferencing tersebut, bertajuk “Secure Your Business With Backup Cyber Protection On Data Center Indonesia” dan diramaikan oleh beberapa pembicara antara lain Naya Mukaromah selaku Business Development Manager – Cloudmatika, Oleg Prospetov, Senior Solution Engineer dari Acronis, dan Tjetjep Dharmawan selaku Chief Sales & Marketing Officer dari GTN Data Center.

Untuk mengenal lebih dalam, Acronis atau lebih tepatnya Acronis International GmbH, adalah perusahaan teknologi global dengan kantor pusat perusahaan di Schaffhausen, Swiss dan kantor pusat internasional di Singapura. Acronis sendiri didirikan di Singapura pada tahun 2003 dan berbadan badan hukum di Swiss pada tahun 2008, Acronis kini memiliki lebih dari 1.500 karyawan di 33 lokasi di 18 negara. Solusinya dipercaya oleh lebih dari 5,5 juta pengguna rumahan dan 500.000 perusahaan, termasuk 100% dari Fortune 1000, dan tim olahraga profesional papan atas. Produk Acronis tersedia melalui 50.000 mitra dan penyedia layanan di lebih dari 150 negara dalam lebih dari 40 bahasa. Acronis mengembangkan perangkat lunak lokal dan cloud untuk pencadangan, pemulihan bencana, dan sinkronisasi file yang aman serta berbagi dan akses data.  Pusat Litbangnya, Acronis Labs, berbasis di Amerika Serikat dan Singapura. Acronis memiliki pusat data Cloud secara internasional, termasuk Amerika Serikat, Prancis, Singapura, Jepang, dan Jerman.

Beralih ke Cloudmatika, Cloudmatika merupakan divisi dari PT Awan Solusi Informatika, sebuah penyedia layanan berbasis Cloud Computing di Indonesia. Didirikan pada tahun 2015 sebagai anak perusahaan Jepang Tsukaeru Group, Cloudmatika adalah perusahaan teknologi muda yang dinamis dan inovatif yang didukung oleh pengalaman 20 tahun dalam bisnis cloud & hosting grup internasionalnya. Sebagai Perusahaan Layanan Cloud Indonesia, infrastruktur layanan cloud computing cloudmatika berada di Indonesia dan 100% perusahaan milik Indonesia. Cloudmatika menggabungkan solusi perangkat lunak bermerek global dan open-source terbaik dengan Pusat Data yang salah satunya adalah GTN Data Center dan Staf Indonesia, untuk menyediakan layanan cloud & hosting di Indonesia.

PT Graha Teknologi Nusantara sendiri atau biasa disebut GTN Data Center merupakan Pusat Data Bersertifikasi Rated 3 Facilities yang diluncurkan pada tahun 2016 dan didirikan untuk mendukung pertumbuhan bisnis di Indonesia dengan memungkinkan mereka untuk fokus pada bisnis inti mereka sendiri dengan menyediakan pusat data kelas dunia yang terhubung dan aman dengan operasi yang sangat efisien. Pada kesempatan webinar kali ini, GTN selain menjelaskan tentang betapa pentingnya sebuah Data Center terutama tentunya menjadi salah satu keharusan bagi perusahaan perusahaan yang bergerak di industry BFSI (Banking, Financial services and Insurance), GTN juga menjelaskan beberapa opsi topologi Data Center, seperti On-Premise DC, Single DC, dan DC-DRC. Untuk lebih detailnya, webinar ini dapat di temukan pada kanal GTN Data Center disini.

Secure Your Business With Backup Cyber Protection On Data Center Indonesia

Backup & Proteksi Data Anda Sekarang, Yuk Dapatkan Informasi Bagaimana Meningkatkan Keamanan Data Anda  Dengan Backup & Proteksi Dari Acronis Yang Berfungsi Melindungi Data Dari  Serangan Malware, Ransomware, Human Error Dll

Click the link down below to secure your spot

REGISTER! or Scan the cube down there!

Do it now cause:

  • Limited seat, only up to 100 seat
  • Featuring GTN Data Center, Tjetjep Dharmawan as the Chief Sales and Marketing Officer
  • An opportunity to become Acronis Reseller
  • and not to mention, there will be an interesting Doorprize

Data Center Trinity

Pada kwartal tiga tahun 2020 ini, Perusahaan Grup EPI, Enterprise Products Integration Pte Ltd (EPI), sebuah perusahaan asing yang bergerak dibidang Audit, Sertifikasi, dan Konsultasi untuk Pusat Data, tengah menyelenggarakan acara webinar terbarunya yang bertajuk “The Data Center Trinity”.

Acara ini juga dimeriahkan oleh 4 penyedia Pusat Data yang memiliki kualifikasi Rated 3 yang telah diaudit dan disertifikasi oleh EPI. Para penyedia Pusat Data tersebut terdiri dari PT Datacomm Diangraha (Datacomm), PT Dwi Tunggal Putra (DTP), PT Primacom Interbuana (Primacom), dan tentunya tidak ketinggalan dari PT Graha Teknologi Nusantara (GTN).

Acara webinar ini memiliki konsep serial yang terdiri dari tiga seri dan diadakan dalam rentang waktu satu setengah bulan dengan interval dua minggu setiap serinya. Tidak berhenti sampai disitu, selain terdiri dari tiga sesi dengan materi yang saling berkaitan antar sesinya, namun tiap sesi ini dilakukan dua kali secara berurutan dengan dua bahasa pengantar yang berbeda, yaitu Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.

Hal tersebut dilakukan dengan maksud untuk tidak hanya untuk menjawab tuntutan pasar domestik namun juga pasar internasional yang dapat berdampak positif terhadap pasar layanan Pusat Data khususnya dan pasar Informasi dan Teknologi umumnya di Indonesia. Sehingga menjadi stimulus yang mempengaruhi pasar domestik di berbagai tingkat.

Webinar yang terdiri dari tiga seri ini dimulai dari seri satu pada tanggal 13 Agustus 2020 yang pertama-tama menjelaskan tentang “Perkenalan kepada Lanskap Pusat Data Indonesia” yang dibawakan oleh Bapak Tjetjep Dharmawan selaku Chief Sales and Marketing Officer dari GTN, lalu dilanjutkan dengan pengenalan terkait tajuk webinar itu sendiri yaitu “Pengantar Data Center Trinity”dan “Tolok ukur keandalan fasilitas pusat data” yang dijelaskan oleh Bapak Moses Huwae selaku Managing Director dari EPI Indonesia untuk sesi Bahasa Indonesia dan Mr. Edward van Leent selaku Chairman dan CEO dari EPI untuk sesi Bahasa Inggris. Topik berikutnya meliputi “Keuntungan yang diberikan oleh kerjasama pusat data lokal DRC / BCP” yang dijelaskan oleh Bapak Edi Sugianto selaku Chief Operating Officer dari DTP dan diakhiri oleh sesi tanya jawab dengan seluruh pembicara dan peserta webinar seri satu.

Webinar seri 1, Ms. Paige Fong, Mr. Edward van Leent, Bapak Edi Sugianto, Bapak Tjetjep Dharmawan (Kiri atas ke kanan bawah)

Webinar tersebut merupakan webinar pembuka dari serangkaian webinar yang telah disusun secara kesatuan, oleh karena itu webinar seri satu bermaksud agar para peserta webinar memahami perbedaan antara Uptime Institute (UTI) dan Telecommunications Industry Association (TIA) yang merupakan penyedia standar Pusat Data yang bertaraf internasional, Tier dan Rated yang merupakan klasifikasi atau peringkat yang masing-masing digunakan oleh UTI dan TIA, dan pentingnya tingkat peringkat tersebut.

Sedangkan tepat pada 27 Agustus lalu merupakan webinar seri dua dengan beberapa topik menarik mulai dari “Pentingnya Operasi Pusat Data” yang dibawakan oleh Bapak Einer Tunardih selaku Head of DC & Teleport dari Primacom, “Tolok Ukur Keandalan Operasi Pusat Data” yang dijelaskan oleh Bapak Moses Huwae untuk sesi Bahasa Indonesia dan Mr. Edward van Leent untuk sesi Bahasa Inggris dari EPI, hingga Implementasi DCOS –Lesson Learned– yang diberikan oleh Bapak Hermen Rudolph selaku Project and Service Delivery Director dari Datacomm. Acara ini pun ditutup dengan sesi tanya jawab yang interaktif dari berbagai kalangan.

Webinar seri 2, Bapak Moses Huwae. Bapak Einer Tunardih, Bapak Hermen Rudolph, Ms. Paige Fong (Kiri atas ke kanan bawah)

Perlu digarisbawahi bahwa tujuan dari sesi kedua webinar tersebut adalah untuk mengerti tentang perbedaan antara ISO, M&O, dan DCOS, yang merupakan inti dari topik-topik yang di persembahkan pada sesi kedua tersebut.

Webinar sesi ketiga akan digelar pada tanggal 10 September 2020, dimulai dari jam 10 pagi untuk Sesi Bahasa Indonesia dan dilanjutkan dengan sesi Bahasa Inggris pada jam 11. Sesi ketiga juga merupakan sesi terakhir dari webinar series tersebut yang tentunya akan dimeriahkan oleh tokoh tokoh berpengalaman dibidangnya dari EPI dan ke 4 Penyedia Pusat Data, secara sekaligus. Ayo jangan lewatkan kesempatan terakhir untuk berpartisipasi dalam acara webinar ketiga dan mendengarkan langsung tentant Layanan Pusat Data dari Pakarnya.

Klik Tautan berikut untuk melakukan pendaftaran segera karena jumlah peserta hanya terbatas hingga 180 peserta. Tautan Pendaftaran Webinar Sesi 3

Copyright 2019 Graha Teknologi Nusantara.