Kolaborasi GTN Data Center dan Cloudmatika di Indonesia Cloud and Data Center 2019

Setelah sukses mengadakan acara Singapore Cloud & Data Center Convention 2019 di ajang Sand Expo Center pada 11 Juli 2019, W.Media kembali mempersembahkan rangkaian konferensi bisnis cloud ke Indonesia pada Kamis, 5 September 2019, bertempat di Shangri-La Hotel Jakarta.
Event seperti IDCDC 2019 ini merupakan ajang untuk mempertemukan para praktisi di industri TI untuk mendapatkan wawasan dan adopsi teknologi tepat guna dan antisipasi tren bisnis dan konsumen di ranah digital.
Dengan mengusung tajuk Indonesia Cloud & Data Center Convention (IDCDC) 2019, acara ini menjadi ajang berkumpul dan bertukar pikiran untuk para pelaku bisnis di industri Cloud Computing dan Data Center di Indonesia.
Beberapa nama-nama besar yang sudah malang melintang di bisnis Cloud dan Data Center berpartisipasi aktif dapat ditemui sekaligus menjadi nara sumber di acara IDCDC 2019 kali ini.
Sebagai salah satu peserta konvensi ini adalah Cloudmatika (PT Awan Solusi Informatika), salah satu cloud service provider terkemuka di Indonesia, yang sudah memiliki lebih dari 18 tahun pengalaman di bidang infrastruktur TI termasuk yang terkini sekarang ini, solusi Cloud Computing.

Gambar 1. Booth Cloudmatika di IDCDC 2019

Bertepatan dengan event ini, kerjasama antara GTN Data Center (PT Graha Teknologi Nusantara) dan Cloudmatika yang terjalin baik, pada kesempatan kali ini GTN juga turut hadir memeriahkan booth Cloudmatika di acara IDCDC 2019 ini dengan tujuan untuk interaksi langsung dengan para professional dari berbagai segmen / bidang teknologi informasi yang hadir pada hari itu.
Selama ini, GTN Data Center dan Cloudmatika sudah melakukan kolaborasi strategis untuk mitra klien yang beroperasi di fasilitas colocation GTN di Cikarang dan menggunakan solusi pendukung yang berkaitan dengan managed cloud and managed service, termasuk back-up and disaster recovery.
Dengan perkiraan ada 1.000 professional senior dan pebisnis yang hadir pada acara IDCDC 2019, event ini menjadi ajang bagi beberapa perusahaan terkemuka untuk memeriahkannya dengan pengenalan atau pun launching produk maupun solusi melalui kolaborasi beberapa pemain industri teknologi ternama di Indonesia.
Tidak sekedar ajang pameran produk dan solusi aplikasi mutakhir yang mendukung aspek operasional data center dan aplikasi cloud, event tersebut juga menjadi ajang sharing oleh lebih dari 30 pakar teknologi di Indonesia, salah satunya Ted Hilbert CEO dari Cloudmatika, termasuk sebagai nara sumber dalam debat bertema “Is Migrating to Cloud Cost Effective?”.
Cloudmatika juga melakukan live demo untuk inovasi yang disebut Acronis DRaaS (Disaster Recovery as a Service) sebagai kemudahan untuk melakukan receovery server di Cloud dengan cepat dan mudah.

Gambar 2. Team Cloudmatika dan GTN di acara IDCDC 2019

Forum diskusi terbuka memang menjadi highlight acara tersebut, dimana ragam topik yang dibahas adalah topik-topik anyar, yang sedang tren di dunia cloud computing dan data center, hingga perkembangan teknologi di mancanegara.
Dalam case study session dan panel discussion membahas mulai dari regulasi, inovasi, transformasi digital dan cybersecurity dan juga talent development yang diusung oleh asosiasi yang aktif bergerak bersama dengan anggota-anggotanya (profesional dan perusahaan) yang akan membantu para profesional IT untuk membantu bisnis dan perusahaan mereka menjadi lebih baik, dan yang paling penting adalah meningkatkan efektifitas dalam pekerjaan.

Trading Market di Era Digital 4.0

– Apakah para Anggota Bursa siap menghadapinya ?

Pada tanggal 16 May 2019, bertempat di Main Ballroom Gedung Indonesia Stock Exchange, Jakarta, diadakan seminar singkat terkait perkembangan Industri 4.0 untuk para perusahaan Anggota Bursa (AB). Acara yang diadakan oleh PT Linknet Tbk., dan didukung oleh PT Bursa Efek Indonesia (IDX) dan PT Graha Teknologi Indonesia (GTN Data Center) itu mengundang pakar Teknologi Informasi (TI), Prof. Dr. Ir. R. Eko Indrajit, M.Sc, MBA, Mphil, MA. Acara dibuka dengan sambutan dari Direktur Teknologi Informasi dan Manajemen Resiko Bursa Efek Indonesia yaitu bapak Fithri Hadi dan sambutan dari Presiden Direktur PT. Linknet Tbk yaitu Bapak Marlo Budiman.

Gambar 1. Sambutan dari Bapak Marlo Budiman selaku President Direktur dari PT Linknet Tbk

Prof. Eko, begitu panggilannya, adalah seorang pakar teknologi yang berbakat. Tak hanya sebagai pakar, narasumber berbagai seminar, ia juga seorang akademisi sekaligus penulis puluhan judul buku dan ratusan jurnal ilmiah yang telah dipublikasikan tingkat nasional maupun internasional. Pada seminar kali ini, beliau menjelaskan bahwa ada begitu banyak jenis risiko yang bisa menyebabkan suatu perusahaan stagnan. Salah satu risiko terbesar dari suatu perusahaan adalah jika tidak belajar dan melakukan adaptasi terhadap perubahan, karena segala sesuatu itu berubah, baik itu dunia, pasar, industri, customer, maupun kompetitor. Kesiapan menghadapi dan menyikapi perubahan itu harus menjadi salah satu fokus utama perusahaan dalam menjalankan bisnisnya, apalagi di era transformasi digital yang bergerak sangat cepat saat ini.

Pada saat segala sesuatu serba digital, infrastruktur merupakan hal yang penting pada suatu ekosistem di era digital 4.0. Ekosistem tersebut mencakup mobile computing, media social, cloud computing, internet of things (IoT), machine learning, blockchain, dan lain sebagainya. Ekosistem ini akan bisa berfungsi dengan baik jika ditunjang oleh infrastruktur yang mumpuni. Data center yang stabil dan secure adalah salah satu prasyarat utama.

Segala keterbukaan informasi yang terjadi pada ekosistem pada era digital 4.0 tentunya menimbulkan kekhawatiran mengenai security. Apalagi kini piranti untuk menyadap data dapat diperoleh dengan mudah dan murah. Demikian juga barang yang berkaitan dengan teknologi informasi, walaupun bermanfaat, tetap ada risikonya. Oleh karena itu setiap perusahaan juga harus menganggarkan dana terkait dengan security atau keamanan untuk perlindungan data perusahaan itu sendiri. Dengan didukung security dan infrastruktur yang mumpuni, transformasi digital akan berjalan dengan baik. Adanya dukungan dari Data Center yang memiliki kredibilitas yang tinggi, akan membuat Transformasi Digital sebuah perusahaan minim dari adanya security breach dan human error. Pastikan semua transformasi berjalan di ekosistem yang baik dan memadai. Data Center sebagai “backbone” dari Industri 4.0, dimana sebuah organisasi yang ingin bertransformasi harus siap melakukan investasi pada high performance infrastructure.

Gambar 2. Seminar Singkat dari Prof Dr. Ir. R. Eko Indrajit.

Selagi Industri 4.0 semakin matang, kebutuhan akan Data Center juga semakin meningkat. Jika kita tidak bisa memprediksi apa yang akan terjadi di masa depan, setidaknya kita harus menjadi Future-Proof yang fleksibel dan dapat beradaptasi. Trading Market di Era Digital 4.0 mengutamakan para perusahaan anggota bursa menjadi lebih waspada dan menjadi lebih “agile” (=Lincah) dalam beradaptasi dengan perubahan yang terjadi, termasuk juga penggunaan infrastruktur yang mumpuni.

Gambar 3. Tamu Pembicara Prof. Dr. Ir. R. Eko Indrajit bersama dengan pak Agung Satya Wiguna (Director of Enterprise Sale PT. Linknet TBK) dan Bapak Marlo Budiman (CEO PT. Linknet TBK)

GTN Data Center adalah sebuah perusahaan penyedia colocation data center di Jakarta yang mampu memberikan layanan optimal dan daya dukung maksimal terhadap kebutuhan seluruh penggunanya menghadapi transformasi digital Industri 4.0. GTN juga merupakan salah satu data center terbaik Indonesia yang sudah memberikan layanan selama lebih dari 3 tahun dan berhasil mencapai perjanjian tingkat layanan 100% selama beroperasi. Artikel terkait: Hasil Uji Coba GTN Data Center Di Awal Tahun 2019.

Gambar 4. Foto Bersama Seluruh Peserta Buka Bersama Linknet & Bursa Efek Indonesia.

Acara rutin tahunan yang dikhususkan pada para perusahaan pialang saham kali ini dikemas dalam technology update dan bernuansa sangat mengalir dengan canda tawa dari para peserta serta dimeriahkan dengan pembagian door prize dan buka puasa bersama. Salah satu peserta acara bapak Tjetjep dari PT. Korea Investment & Sekuritas Indonesia sangat mendukung penuh adanya acara ini setiap tahunnya, beliau memberikan kesan-kesannya, “Tradisi yang harus dipertahankan, karena selain menjadi ajang silahturahmi dengan teman-teman sesama AB , acara juga menarik karena dikemas dengan mini seminar yang membahas perkembangan teknologi terbaru, sehingga semakin menambah wawasan kami. Dan yang paling penting banjir Doorprize.” Adapun kegiatan promo yang diberikan oleh GTN adalah layanan Free Local Internet sampai dengan 1 GBPS kepada pada anggota bursa tersebut.

Hasil Uji Coba GTN Data Center Di Awal Tahun 2019

Data Center adalah sebuah fasilitas yang memiliki mission critical environment yang tinggi, dimana kegagalan yang menyangkut listrik bukanlah sebuah opsi. Dengan aktifitas pemeliharaan dan pengujian yang baik dan benar dapat mengurangi resiko kegagalan listrik tersebut. Selama aktifitas pemeliharaan berlangsung, peralatan listrik akan dibersihkan, dilakukan inspeksi dan juga diuji untuk memastikan tidak ada penurunan dalam kinerja dan kondisinya.

Graha Teknologi Nusantara adalah salah satu Data Center yang memiliki keunggulan listrik terbaik, di support oleh active-active power supply dari dua power plant yang berbeda di Jababeka dan MM2100 dan 1 passive power plant di Babelan milik Cikarang Listrindo. GTN juga memiliki N+1 Genset dan UPS yang berfungsi sebagai back up. Tidak hanya mengandalkan backup yang ada, tim operasional GTN rutin melakukan uji coba fungsional yang diadakan dua kali dalam setahun yang bertujuan untuk menguji kinerja infrastruktur fisik, dimana komponen yang paling penting untuk diuji adalah adalah power(daya listrik) dan cooling (pendinginan). Uji coba ini dilakukan untuk memeriksa ketersediaan dukungan penuh pada kapasitas kVA yang ada. Faktanya, sampai saat ini GTN mampu mempertahankan SLA power hingga 100% sejak GTN resmi beroperasional di tahun 2016.

Briefing Awal sebelum tes dimulai

Gambar 1. Briefing Awal sebelum tes dimulai

Berdasarkan hasil test pada bulan April 2019 lalu, GTN Data Center menjalankan uji coba untuk yang pertamanya di tahun ini. Tim operasional GTN yang bersertifikasi dan berpengalaman di bidangnya menguji 6 skenario power failure, dimana sumber daya utama sengaja dinonaktifkan dan diganti dengan generator. Tujuan dilakukannya skenario ini adalah untuk memastikan kapasitas generator mampu menyuplai daya untuk operasional data center dan berjalan dengan aman tanpa adanya power failure dan tidak ada interupsi di sisi IT load.

Pada saat berlangsungnya skenario test, GTN Data Center selalu berhasil untuk dapat mempertahankan keadaan pusat data yang tetap berfungsi normal. Keamanan Data Center juga dipastikan berfungsi secara menyeluruh saat blackout test, seluruh CCTV, Perimeter Detection, Road Blocker, dan Access System berjalan normal, dan tidak ada interupsi pada IT Load. GTN bahkan mengundang beberapa potential customer untuk menyaksikan langsung uji coba kelistrikan pusat data GTN dan dapat melihat sendiri bahwa semua peralatan IT di dalam Data Center tetap berfungsi secara baik.

Sesi Foto Bersama

Gambar 2. Sesi Foto Bersama

GTN Data Center akan selalu menjamin keamanan dan menjamin bahwa seluruh aktifitas perangkat customer berjalan dengan sempurna tanpa adanya kendala. Tim operasional pun selalu siap untuk menghadapi worst case scenario dengan berbekal training dan juga test uji coba yang selalu dilakukan berkala tiap tahunnya. Semua dilakukan demi memberikan kenyamanan “peace of mind” sehingga customer dapat terus menjalankan operasional perusahaan tanpa harus mengkuatirkan pengamanan perangkat server mereka.

Copyright 2019 Graha Teknologi Nusantara.