Secure Your Business With Backup Cyber Protection On Data Center Indonesia

Selasa, 06 Oktober, 2020 – Joint webinar terbaru GTN  kembali digelar. Kali ini Joint Webinar tersebut terdiri dari Acronis, sebuah perusahaan teknologi global Data Protection and Cyber Security, Cloudmatika, sebuah perusahaan penyedia Cloud Services, dan tentu saja GTN sebagai penyedia dan operator Data Center Rated 3 Faclities. Webinar yang diselenggarakan pada siang hari secara virtual melalui aplikasi conferencing tersebut, bertajuk “Secure Your Business With Backup Cyber Protection On Data Center Indonesia” dan diramaikan oleh beberapa pembicara antara lain Naya Mukaromah selaku Business Development Manager – Cloudmatika, Oleg Prospetov, Senior Solution Engineer dari Acronis, dan Tjetjep Dharmawan selaku Chief Sales & Marketing Officer dari GTN Data Center.

Untuk mengenal lebih dalam, Acronis atau lebih tepatnya Acronis International GmbH, adalah perusahaan teknologi global dengan kantor pusat perusahaan di Schaffhausen, Swiss dan kantor pusat internasional di Singapura. Acronis sendiri didirikan di Singapura pada tahun 2003 dan berbadan badan hukum di Swiss pada tahun 2008, Acronis kini memiliki lebih dari 1.500 karyawan di 33 lokasi di 18 negara. Solusinya dipercaya oleh lebih dari 5,5 juta pengguna rumahan dan 500.000 perusahaan, termasuk 100% dari Fortune 1000, dan tim olahraga profesional papan atas. Produk Acronis tersedia melalui 50.000 mitra dan penyedia layanan di lebih dari 150 negara dalam lebih dari 40 bahasa. Acronis mengembangkan perangkat lunak lokal dan cloud untuk pencadangan, pemulihan bencana, dan sinkronisasi file yang aman serta berbagi dan akses data.  Pusat Litbangnya, Acronis Labs, berbasis di Amerika Serikat dan Singapura. Acronis memiliki pusat data Cloud secara internasional, termasuk Amerika Serikat, Prancis, Singapura, Jepang, dan Jerman.

Beralih ke Cloudmatika, Cloudmatika merupakan divisi dari PT Awan Solusi Informatika, sebuah penyedia layanan berbasis Cloud Computing di Indonesia. Didirikan pada tahun 2015 sebagai anak perusahaan Jepang Tsukaeru Group, Cloudmatika adalah perusahaan teknologi muda yang dinamis dan inovatif yang didukung oleh pengalaman 20 tahun dalam bisnis cloud & hosting grup internasionalnya. Sebagai Perusahaan Layanan Cloud Indonesia, infrastruktur layanan cloud computing cloudmatika berada di Indonesia dan 100% perusahaan milik Indonesia. Cloudmatika menggabungkan solusi perangkat lunak bermerek global dan open-source terbaik dengan Pusat Data yang salah satunya adalah GTN Data Center dan Staf Indonesia, untuk menyediakan layanan cloud & hosting di Indonesia.

PT Graha Teknologi Nusantara sendiri atau biasa disebut GTN Data Center merupakan Pusat Data Bersertifikasi Rated 3 Facilities yang diluncurkan pada tahun 2016 dan didirikan untuk mendukung pertumbuhan bisnis di Indonesia dengan memungkinkan mereka untuk fokus pada bisnis inti mereka sendiri dengan menyediakan pusat data kelas dunia yang terhubung dan aman dengan operasi yang sangat efisien. Pada kesempatan webinar kali ini, GTN selain menjelaskan tentang betapa pentingnya sebuah Data Center terutama tentunya menjadi salah satu keharusan bagi perusahaan perusahaan yang bergerak di industry BFSI (Banking, Financial services and Insurance), GTN juga menjelaskan beberapa opsi topologi Data Center, seperti On-Premise DC, Single DC, dan DC-DRC. Untuk lebih detailnya, webinar ini dapat di temukan pada kanal GTN Data Center disini.

Data Center Trinity

Pada kwartal tiga tahun 2020 ini, Perusahaan Grup EPI, Enterprise Products Integration Pte Ltd (EPI), sebuah perusahaan asing yang bergerak dibidang Audit, Sertifikasi, dan Konsultasi untuk Pusat Data, tengah menyelenggarakan acara webinar terbarunya yang bertajuk “The Data Center Trinity”.

Acara ini juga dimeriahkan oleh 4 penyedia Pusat Data yang memiliki kualifikasi Rated 3 yang telah diaudit dan disertifikasi oleh EPI. Para penyedia Pusat Data tersebut terdiri dari PT Datacomm Diangraha (Datacomm), PT Dwi Tunggal Putra (DTP), PT Primacom Interbuana (Primacom), dan tentunya tidak ketinggalan dari PT Graha Teknologi Nusantara (GTN).

Acara webinar ini memiliki konsep serial yang terdiri dari tiga seri dan diadakan dalam rentang waktu satu setengah bulan dengan interval dua minggu setiap serinya. Tidak berhenti sampai disitu, selain terdiri dari tiga sesi dengan materi yang saling berkaitan antar sesinya, namun tiap sesi ini dilakukan dua kali secara berurutan dengan dua bahasa pengantar yang berbeda, yaitu Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.

Hal tersebut dilakukan dengan maksud untuk tidak hanya untuk menjawab tuntutan pasar domestik namun juga pasar internasional yang dapat berdampak positif terhadap pasar layanan Pusat Data khususnya dan pasar Informasi dan Teknologi umumnya di Indonesia. Sehingga menjadi stimulus yang mempengaruhi pasar domestik di berbagai tingkat.

Webinar yang terdiri dari tiga seri ini dimulai dari seri satu pada tanggal 13 Agustus 2020 yang pertama-tama menjelaskan tentang “Perkenalan kepada Lanskap Pusat Data Indonesia” yang dibawakan oleh Bapak Tjetjep Dharmawan selaku Chief Sales and Marketing Officer dari GTN, lalu dilanjutkan dengan pengenalan terkait tajuk webinar itu sendiri yaitu “Pengantar Data Center Trinity”dan “Tolok ukur keandalan fasilitas pusat data” yang dijelaskan oleh Bapak Moses Huwae selaku Managing Director dari EPI Indonesia untuk sesi Bahasa Indonesia dan Mr. Edward van Leent selaku Chairman dan CEO dari EPI untuk sesi Bahasa Inggris. Topik berikutnya meliputi “Keuntungan yang diberikan oleh kerjasama pusat data lokal DRC / BCP” yang dijelaskan oleh Bapak Edi Sugianto selaku Chief Operating Officer dari DTP dan diakhiri oleh sesi tanya jawab dengan seluruh pembicara dan peserta webinar seri satu.

Webinar seri 1, Ms. Paige Fong, Mr. Edward van Leent, Bapak Edi Sugianto, Bapak Tjetjep Dharmawan (Kiri atas ke kanan bawah)

Webinar tersebut merupakan webinar pembuka dari serangkaian webinar yang telah disusun secara kesatuan, oleh karena itu webinar seri satu bermaksud agar para peserta webinar memahami perbedaan antara Uptime Institute (UTI) dan Telecommunications Industry Association (TIA) yang merupakan penyedia standar Pusat Data yang bertaraf internasional, Tier dan Rated yang merupakan klasifikasi atau peringkat yang masing-masing digunakan oleh UTI dan TIA, dan pentingnya tingkat peringkat tersebut.

Sedangkan tepat pada 27 Agustus lalu merupakan webinar seri dua dengan beberapa topik menarik mulai dari “Pentingnya Operasi Pusat Data” yang dibawakan oleh Bapak Einer Tunardih selaku Head of DC & Teleport dari Primacom, “Tolok Ukur Keandalan Operasi Pusat Data” yang dijelaskan oleh Bapak Moses Huwae untuk sesi Bahasa Indonesia dan Mr. Edward van Leent untuk sesi Bahasa Inggris dari EPI, hingga Implementasi DCOS –Lesson Learned– yang diberikan oleh Bapak Hermen Rudolph selaku Project and Service Delivery Director dari Datacomm. Acara ini pun ditutup dengan sesi tanya jawab yang interaktif dari berbagai kalangan.

Webinar seri 2, Bapak Moses Huwae. Bapak Einer Tunardih, Bapak Hermen Rudolph, Ms. Paige Fong (Kiri atas ke kanan bawah)

Perlu digarisbawahi bahwa tujuan dari sesi kedua webinar tersebut adalah untuk mengerti tentang perbedaan antara ISO, M&O, dan DCOS, yang merupakan inti dari topik-topik yang di persembahkan pada sesi kedua tersebut.

Webinar sesi ketiga akan digelar pada tanggal 10 September 2020, dimulai dari jam 10 pagi untuk Sesi Bahasa Indonesia dan dilanjutkan dengan sesi Bahasa Inggris pada jam 11. Sesi ketiga juga merupakan sesi terakhir dari webinar series tersebut yang tentunya akan dimeriahkan oleh tokoh tokoh berpengalaman dibidangnya dari EPI dan ke 4 Penyedia Pusat Data, secara sekaligus. Ayo jangan lewatkan kesempatan terakhir untuk berpartisipasi dalam acara webinar ketiga dan mendengarkan langsung tentant Layanan Pusat Data dari Pakarnya.

Klik Tautan berikut untuk melakukan pendaftaran segera karena jumlah peserta hanya terbatas hingga 180 peserta. Tautan Pendaftaran Webinar Sesi 3

Pengumuman Pencegahan Virus Corona / Announcement Corona Virus Prevention

Identifikasi dan Pencegahan Virus Corona

Dalam rangka menjadikan kondisi yang steril dan aman di area datacenter GTN dari ancaman Virus Corona (Covid-19), virus lainnya, ataupun wabah yang dapat berdampak terhadap datacenter GTN maka GTN melakukan tindakan pencegahan dan peningkatan kesadaran terhadap bahaya penyebaran virus Corona di GTN dengan meminta perhatian dan kerjasama dari seluruh pelanggan dan pengunjung yang akan masuk kedalam area.

Proses penanganan pecegahan seperti berikut:

  1. Mengukur suhu badan setiap pengunjung yang akan masuk ke dalam area datacenter GTN.
  2. Setiap pengunjung akan diingatkan oleh personel Security untuk menggunakan hand sanitizer sebelum masuk ke dalam area GTN.
  3. Apabila terdapat pengunjung yang memiliki gejala terjangkit virus Corona (Covid-19) maka wajib bagi pengunjung untuk mengikuti pengecekan lebih lanjut oleh pihak Security. Gejala pada umumnya adalah seperti batuk, demam, bersin-bersin dan kesulitan bernafas.
  4. Apabila ditemukan pengunjung /pekerja /karyawan yang mengalami gejala seperti batuk, bersin-bersin dan demam dengan suhu badan diatas 37.5 derajat Celcius maka pihak Security akan berhak untuk melarang pengunjung /pekerja /karyawan masuk kedalam area datacenter GTN.

Sementara itu, GTN tetap beroperasi sebagaimana mestinya sebagai pusat layanan Data Center dan BCP Room yang penting dalam situasi seperti ini

 

Berlaku mulai, 2 Maret 2020.

Terimakasih atas perhatian dan kerjasamanya.
Manajemen GTN

 

Corona Virus Identification and Prevention

In order to create a sterile and safe condition in GTN’s DC which is safe from the threat of Corona Virus (Covid-19) or other viruses, or epidemics which could make an impact to GTN’s DC, GTN is taking precautions and increase awareness of the Coronavirus outbreak in GTN, and asking assistance and cooperation to all customers and visitors who enter the property.

The Handling process for prevention is carried out as follows:

  1. Body temperature of each visitor entering the area of GTN’s DC is measured.
  2. Visitors are reminded by security personnel to use hand sanitizer prior to entering into GTN’s area.
  3. It is obligated for all visitors to be examined intensively by security personnel if the visitors are suspected to have the symptoms of Corona Virus (Covid-19). General symptoms are coughing, fever, sneezing and breathing trouble.
  4. In the event any security personnel encounter a visitor/worker/employee who are experiencing the following symptoms, coughing, sneezing and fever above 37.5 degree Celsius or above, then the security personnel has the right to deny access to such visitor/worker/employee to enter into GTN’s DC area.

Meanwhile, GTN is operating the Data Center and provides BCP Room as essential service even in this situation.

Effective Date: March 2nd, 2020

Thank you for your attention and support.
GTN Management

GTN Website: https://gtndatacenter.com
GTN Colocation Service: https://gtndatacenter.com/services/colocation/

Upaya GTN Mencegah Penularan Virus Corona

Beberapa hari yang lalu, virus Corona atau dikenal di dunia sebagai coronavirus (Covid-19) telah terkonfirmasi pada 2 orang terdampak di Indonesia, khususnya daerah Jabodetabek. Hal ini tentu mengejutkan sekaligus mengkhawatirkan bagi kita semua.

Penyebaran dan Kontaminasi Virus Corona

Tidak lama sebelumnya, insiden pertama kali dilaporkan pada 31 Desember 2019, di Kota Wuhan, Propinsi Hubei, China. Selanjutnya menjadi kejadian luar biasa (outbreak) karena tingkat penyebaran yang cepat. Virus Corona (Korona) menurut WHO (World Health Organisation) adalah sekelompok besar keluarga virus, yang bisa menyebabkan sakit mulai dari flu biasa sampai penyakit yang lebih parah seperti Middle East Respitory Syndrome (MERS-CoV) dan Severe Acute Respitory Syndrome (SARS-CoV). Virus yang sekarang sedang menjangkiti berbagai negara masih diklasifikasikan sebagai novel coronavirus (nCoV) karena sebelumnya belum teridentifikasi berjangkit pada manusia.

Sejauh ini, dunia medis menyebutkan penularan virus korona adalah melalui droplet atau percikan dari batuk atau bersin dari seseorang yang positif terjangkit. Virus dalam droplet akan masuk ke tubuh melalui mulut, hidung atau mata, seperti ketika ada seseorang yang menyentuh tempat atau permukaan yang terkena droplet atau percikan itu dan menyentuh lagi wajahnya dengan tangan sendiri yang sudah terkontaminasi. Pencegahan yang lebih serius tentu harus dilakukan oleh diri sendiri.

Dalam mencegah penyebaran infeksi, sangat disarankan untuk mencuci tangan secara berkala, menutup hidung dan mulut ketika bersin dan batuk, memasak daging dan telur sampai matang sepenuhnya. Penggunaan masker akan mengurangi resiko penularan antar manusia. Dari WHO, organisasi kesehatan dunia dibawah naungan PBB juga menyarankan agar mencuci tangan selama 20 detik dengan air mengalir dan sabun. Dan seperti yang disampaikan di atas, mencuci tangan dengan hand sanitizer yang mengandung antiseptic akan menjadi salah satu cara demi menekan pertumbuhan bakteri.

GTN Ambil Langkah Antisipatif Mencegah Penularan

Sebagai lokasi yang kerap dikunjungi oleh banyak orang, GTN Data Center juga ikut memastikan penerapan tindakan pencegahan yang cukup untuk menghindarkan dampak penularan virus Corona di dalam area data center dengan cara-cara:

  1. Memastikan penggunaan masker atau pelindung muka lainnya.
  2. Memastikan penggunaan hand sanitizer atau antiseptic pembersih tangan lainnya.
  3. Melakukan pengukuran suhu tubuh. Suhu normal menurut referensi medis adalah 37,5 derajat Celcius.
  4. Melakukan tindakan pencegahan tambahan yang diperlukan terhadap pengunjung atau karyawan yang terduga terkena Covid-19.

Selain itu, mengikuti perkembangan terkini yang dikeluarkan oleh pemerintah dan badan resmi yang berkompeten menjadi cara untuk antisipatif dari waktu ke waktu. Lebih baik juga bagi siapapun yang mempunyai batuk dan flu serta suhu tinggi, yang sulit pulih untuk segera memeriksakan diri ke rumah sakit dan istirahat sepenuhnya.

GTN Data Center berusaha menyediakan layanan yang terbaik bagi seluruh pihak yang berada dalam lingkungan kerja dan pihak-pihak atau para mitra yang mengadakan kunjungan kerja dan bisnis.

Merayakan Kerjasama antara GTN dan Cloudmatika

Pada bulan Mei 2019 lalu, GTN telah menandatangani kontrak kerjasama dengan salah satu cloud provider terkemuka di Indonesia yaitu Cloudmatika. Cloudmatika (PT Awan Solusi Informatika) merupakan 100% perusahaan Indonesia dan bagian dari Iska Group. Teknologi yang digunakan merupakan hasil kerjasama dengan Tsukaeru Grup yang berasal dari Jepang, yang memiliki lebih dari 18 tahun pengalaman di bidang Cloud Computing. Untuk merayakan kerjasama yang telah terjalin, GTN dan Cloudmatika memberikan special price untuk pelanggan Cloudmatika yaitu FREE local internet up to 1 gbps dan 20% diskon untuk semua layanan Cloudmatika untuk pelanggan GTN*.


Gambar 1. Miko Yanuar COO dari GTN Data Center dan Jason Frisch, CEO Tsukaeru.net (Shareholder Cloudmatika) Saat Penandatanganan Kerjasama antara GTN dengan Cloudmatika

Saat ini tidak hanya layanan Cloud Server, Web Hosting, dan Email & Collaboration, Cloudmatika juga memiliki layanan Disaster Recovery as a Services (DraaS) yang tersimpan aman di GTN Data Center Cikarang yang bebas dari bencana alam seperti banjir, gempa dan tsunami. Dengan sertifikasi yang mumpuni dan Rated 4 Ready Data Center. Didukung penuh oleh layanan internet dari provider terkemuka di Indonesia untuk menjamin kecepatan dalam back up dan pemulihan. Terletak pada radius minimal 30 KM dan tidak lebih dari 50 KM dari Jakarta yang menjamin proses backup dan pemulihan tidak terganggu oleh latency.

Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai promo kami hubungi sales@grahateknologi.co.id atau Naya di Naya@cloudmatika.com.


Gambar 2. Promo Special Price untuk para pelanggan GTN dan Cloudmatika

*Hanya dapat diaplikasikan dengan pembelian Collocation Services
*Promo valid hingga akhir September 2019.

Pemadaman Listrik Jawa, Bagaimana Manajemen Listrik Data Center GTN?

Pemadaman listrik di data center adalah mimpi terburuk semua orang IT. Namun sebenarnya hal ini tidak hanya berpengaruh kepada IT saja tetapi dapat meluas hingga keseluruh aspek vital perusahaan, mulai dari operasional downtime, kehilangan bisnis, tambahan biaya tak terduga yang mengakibatkan stress semua pihak.

Tidak perlu diragukan lagi dampak dari pemadaman listrik seperti di pulau Jawa bisa menjadi sesuatu yang kritis bagi kelangsungan data sebuah perusahaan. Berikut adalah uraian singkat manajemen listrik data center PT Graha Teknologi Nusantara di Cikarang.

Terkadang masalah listrik adalah salah satu hal yang sering dianggap remeh. Tidak hanya karena bencana alam, pemadaman listrik juga dapat terjadi dikarenakan faktor lain seperti salah satu contohnya adalah pembangkit listrik yang tidak bisa diandalkan. Beberapa waktu lalu, tepatnya di tanggal 4 Agustus 2019 terjadi pemadaman listrik serentak di sebagian besar pulau Jawa dan sekitarnya oleh pusat pembangkit listrik PLN.

Pemadaman ini terjadi dari siang pukul 12:00 WIB hingga waktu yang tak dapat di tentukan. Sejumlah daerah di Jabdodetabek hingga keesokan harinya Senin, 5 Agustus 2019 masih mengalamin pemadaman bergilir. Hal ini membuat banyak aktifitas warga tersendat, tidak hanya itu beberapa alat transportasi vital seperti MRT dan KRL terjadi kematian listrik dan tidak bisa beroperasi dan juga beberapa layanan komunikasi tidak dapat digunakan.

Oleh karena itu ada baiknya kita memperhatikan detail infrastruktur dan desain daya listrik yang tepat saat memilih data center. Saat memilih data center Anda harus dapat memastikan bahwa data center tersebut memberikan perlindungan yang memadai terhadap bencana alam dan ancaman lain yang dapat mempengaruhi reliabilitas perusahaan Anda.

Salah satu keunggulan GTN Data Center adalah memiliki full redundancy active-active power supply yang jauh lebih reliable, langsung dari dua power plant yang berbeda milik Cikarang Listrindo di Jababeka dan MM2100. GTN Data Center juga di-support oleh 3 buah Diesel Rotary UPS menjadikan GTN Data Center selalu live tanpa pernah terganggu oleh masalah aliran listrik.

Pada kejadian pemadaman listrik masal kemarin dan hingga saat ini di sebagian besar wilayah barat pulau Jawa yang meliputi Banten, DKI Jakarta dan Jawa Barat, GTN sama sekali tidak terganggu oleh peristiwa tersebut, kondisi IT load tetap stabil, aman terkendali dan berjalan normal tanpa adanya gangguan listrik.

Tim operasional kami pun stand by 24 jam dalam memantau keadaan Data Center dan memastikan tidak ada kendala berarti. Tim customer support juga selalu siap sedia melayani semua pertanyaan dari tenant jika dibutuhkan.

Demi mencegah gangguan listrik, GTN juga rutin melakukan uji coba fungsional yang diadakan dua kali dalam setahun yang bertujuan untuk menguji kinerja infrastruktur fisik, dimana komponen yang paling penting untuk diuji adalah adalah power(daya listrik) dan cooling (pendinginan). Uji coba ini dilakukan untuk memeriksa ketersediaan dukungan penuh pada kapasitas kVA yang ada.

Ingin mempelajari lebih lanjut apa saja yang GTN lakukan untuk mencegah pemadaman listrik di data center kami? Email ke sales@grahateknologi.co.id atau telpon ke 021 55 777 000 untuk mendapatkan Invitation GTN Data Center Private Site Tour dan melihat secara langsung infrastruktur dan fasilitas dari GTN Data Center.

Copyright 2019 Graha Teknologi Nusantara.