Pengertian Data Center

Jakarta, (GTN 8/8/2019) – Pusat data, yang merupakan terjemahan langsung dari data center, secara definisi menunjukkan suatu infrastruktur dengan berbagai fasilitasnya yang bisa menampung sistem komputer berdaya besar dengan segenap komponen penunjangnya. Hal mendasar yang banyak disebutkan adalah catu daya dan koneksi komunikasi data yang redundant, dan suhu yang terjaga sepanjang waktu (HVAC).

Data center dalam pengertian yang dilansir dari berbagai sumber, harus memiliki rancang bangun yang memenuhi syarat-syarat tertentu yang meliputi aspek teknik sipil bangunan dan aspek teknis operasional, sehingga penempatan perangkat server di lokasi tersebut menghadirkan kenyamanan dan keamanan sehingga selalu mudah diakses oleh pengguna fasilitas yang berwenang maupun komunikasi data. Sistem keamanan yang ketat dan monitoring 24/7 lingkungan sekitarnya.

Peran Ideal Data Center untuk Bisnis dan Organisasi

Penggunaan data center yang dikelola oleh perusahaan IT yang profesional bertujuan untuk mencapai hal-hal dibawah ini:

  1. Operasional yang berkelanjutan atau tanpa henti bagi perusahaan atau organisasi yang menjadi penggunanya, dalam kondisi operasional biasa maupun ketika terjadi keadaan yang tidak normal. Untuk itu down time akibat kerusakan jaringan atau perangkat diupayakan berada di titik nol (zero failure).
  2. Skala dan fleksibilitas. Ini merupakan manfaat strategis yang bisa didapatkan ketika pertumbuhan bisnis menuntut adaptasi yang cepat dan kebutuhan yang meningkat atau adanya layanan baru yang diluncurkan.
  3. Keamanan. Ini merupakan pengamanan fisik dan non-fisik yang dilakukan untuk kompleks dan perangkat dan data yang tersimpan.

Service Level Data Center

Kinerja dan kemampuan unjuk kerja sebuah data center diukur berdasarkan standarisasi yang berlaku di Indonesia dan dunia internasional.

Perusahaan yang mengelola pusat data akan dimasukkan pada setiap kategori antara TIER 1, TIER 2, TIER 3 dan TIER IV, yang berkaitan dengan pasokan atau suplai listrik yang ada. Dalam perkembangan saat ini, juga dipakai dengan istilah RATED 1, RATED 2, RATED 3 dan RATED 4.

Rated 3 atau TIER 3 merupakan tingkat ketersediaan yang banyak diadopsi industri data center saat ini. Dalam kategori ini, sudah harus tersedia multiple active power dan cooling distribution path, tetapi hanya 1 path (jalur) yang aktif, termasuk komponen untuk redundant (N+1). Tingkat ketersediaan, 99,982%.

Dengan demikian, ketika data center harus menjalani preventive maintenance, sudah tersedia kapasitas tambahan dan distribusi yang cukup untuk menampung beban dari distribusi utama ketika sistem harus menjalani pemeliharaan berkala.

Berbicara tentang suplai listrik cadangan, data center rated 3 sudah harus terpasang dengan generator listrik cadangan. Teknologi yang dipakai adalah diesel rotary uninterruptible power supply (DRUPS).

Dengan DRUPS, suplai listrik tidak terputus ketika suplai listrik beralih dari pusat pembangkit listrik dari perusahaan eksternal ke genset. Biasanya sebuah DRUPS memiliki bahan bakar yang bisa menanggung beban listrik untuk beberapa hari bahkan mingguan ketika pasokan listrik dari distribusi utama terhenti.

Standar operasi pemeliharaan atau pengujian terhadap DRUPS diperlukan untuk menjaga kesiapsiagaannya karena adanya komponen pengerak dalam mesin.

Sertifikasi untuk Data Center

Perusahaan data center merupakan perusahaan yang sudah memenuhi kriteria yang dipersyaratkan berdasarkan ketentuan-ketentuan yang diterbitkan oleh lembaga berkompeten yang memberikan sertifikasi atas aspek-aspek tertentu.

Untuk masa kini dan mendatang, bangunan yang ramah lingkungan (green building) menjadi salah satu syarat awal yang penting untuk keberadaan data center dengan lingkungan sekitarnya.

Green Building Council Indonesia (GBCI) merupakan lembaga internasional yang memberikan sertifikasi untuk bangunan yang mulai dari kontruksi sampai operasional memberikan dampak yang baik dalam produktivitas, kenyamanan dan kesehatan bagi penghuni gedung maupun efisiensi dan optimalisasi dalam konsumsi energi dan pemanfaatan ruang.

Untuk keamanan data transaksi yang berkaitan dengan finansial menjadi sebuah tolok ukur apakah sebuah pusat data (data center) mempunyai kualitas tinggi dalam memberikan rasa aman kepada penggunanya.

Dalam hal ini, sertifikasi yang dikeluarkan oleh Payment Card Industry Data Security Standard (PCI DSS) bisa menjadi acuan bagaimana perusahaan data center sudah memikirkan dan mengimplementasikan serangkaian pertahanan diri yang mencakup jaringan, endpoint dan aplikasi. Rangkaian ini terdiri dari sumber daya manusia yang ahli, proses dan teknologi yang saling mengisi dan bekerja dengan harmonis.

Pasar Data Center di Indonesia dan Potensinya

Secara umum, siapapun atau institusi manapun yang memerlukan pengelolaan dan penyimpanan data yang tinggi dan terjaga serta dukungan koneksi yang stabil dan aman butuh data center. Kontrak sewa merupakan solusinya.

Di Indonesia, badan pemerintahan, lembaga keuangan dan perusahaan publik dan besar nasional dan multinasional merupakan pengguna setia layanan data center.

Ke depannya, kedaulatan digital dan kerahasian data pribadi apabila diwujudkan dalam bentuk peraturan perundang-undangan yang bersifat nasional, maka data pribadi perorangan penting untuk menjadi perhatian penyimpannya berada di data center di Indonesia.

Seiring dengan pertumbuhan ecommerce dan layanan konsumen berbasis aplikasi dan perangkat mobile, big data dan IoT menjadi sumber data penting yang diperlukan oleh perusahaan-perusahaan yang bergerak di industri tersebut untuk melakukan konsolidasi data dan akses yang lebih cepat apabila diletakkan di data center yang terletak di Indonesia.

Pengertian data center yang disajikan ini bertujuan memberikan informasi awal yang praktis untuk penyedia seperti GTN yang berlokasi di Cikarang, tetapi juga untuk Jakarta dan sekitarnya.