Peran dan Fungsi Colocation Data Center di Indonesia

Jakarta, (GTN, 12/8/2018) – Untuk penulisan yang baku dan benar dalam Bahasa Inggris, collocation adalah kata benda yang menggunakan huruf “l” ganda. Dalam ensiklopedia Wikipedia, istilah “collocation” didefinisikan sebagai urutan kata-kata yang timbul bersama-sama lebih sering daripada yang diperkirakan secara kebetulan. Dalam konteks ini, colocation data center menjadi salah satu urutan kata yang sudah lumrah didengar di industri data center sehingga menjadi pola atau model yang dikenali sampai saat ini. Kadang disebut juga dengan “colo”.

Pengertian Harafiah Colocation
Dalam dunia TI, colocation diartikan sebagai penempatan mesin komputer atau server di lokasi pihak ketiga dan terkoneksi dengan jaringan distribusi atau bandwidth yang tersedia. Pilihan untuk menggunakan colocation data center merupakan kombinasi konteks biaya, kehandalan operasional dan keamanan.

  1. Dalam implementasinya, ada pendekatan praktis yang bisa digunakan, yaitu:
    Pelanggan atau klien melakukan instalasi server secara mandiri di penyedia colocation dengan menggunakan tipe-tipe rak standar yang bisa dipilih.
  2. Alternatifnya, pelanggan atau klien sekaligus juga menyewa server dari operator jaringan di data center. Selain catu daya dan pendingin ke ruang server termasuk pendukung atau cadangannya yang sangat krusial disediakan oleh perusahaan data center, maka IP dan bandwidth akan disediakan oleh perusahaan operator penyedia jaringan yang beroperasi di data center.

Manfaat Bisnis Colocation Data Center

Skema colocation memberikan kepada organisasi atau perusahaan komersil dan non-komersil kapasitas fisik dan perangkat TI untuk memenuhi kebutuhan bisnis dan operasional dengan biaya yang lebih rendah atau murah. Ini merupakan bagian dari strategi bisnis dengan dukungan persyaratan teknis komputasi yang terbaik.

Pergeseran paradigma ini terjadi seiring dengan kesadaran pelaku bisnis dan pelayanan publik bahwa pengoperasian server secara independen akan dikalahkan oleh mereka yang menggunakan solusi colocation dengan semakin berkembangnya sistem berjejaring.

Colocation data center bisa berdampak pada pengurangan pengeluaran untuk operasional dan membuat fokus tim TI internal lebih banyak pada bisnis inti yang akan menolong pertumbuhan bisnis.
Memaksimalkan Colocation Server

Sebagai gambaran, colocation server ini berhubungan dengan lokasi fisik dengan infrastruktur yang berisi ruang server tersendiri, rack server, jaringan internet dan yang sedang trend, cloud computing. Semuanya ini merupakan infrastructure as a service (IAAS) yang bisa didayagunakan oleh perusahaan sebagai penyewa.

Dengan menggunakan fasilitas colocation data center, perusahaan dan pemilik bisnis bisa mendapatkan tingkat pelayanan yang tersedia selama 24/7/365 ketika server mereka bermasalah atau ketika terjadi masalah pada jam 2 subuh.

Apabila membandingkan dukungan terhadap ruang server standar dengan solusi colocation, dalam pertimbangan-pertimbangan yang ada akan terlihat jarak kualitatif dan kuantitatif antara keduanya dan dukungan tenaga ahli yang terkait dengannya. Apabila sesuai dengan kebutuhan, colocation data center juga bisa menghadirkan solusi untuk cloud service dan managed service, sebagai antisipasi.

Ruang server yang merupakan bagian dari gedung dengan peruntukan bukan data center tidak memiliki akses yang akan melindungi infrastruktur TI secara keseluruhan. Keunggulan colocation adalah sumber catu daya dan jalur listrik yang berbeda atau terpisah satu sama lainnya, dengan sistem generator ganda yang bisa berjalan terus tanpa henti dan isi ulang bahan bakar ketika beroperasi.

Sistem pendinginan juga menjadi masalah yang genting yang teratasi ketika terjadi gangguan pasokan listrik dengan dukungan UPS, yang mesti dimonitor catu daya dan batere selama 24/7.

Sistem generator dan pendinginan yang diadopsi data center selama ini adalah N + 1 dan N + N. Artinya jumlah N unit akan didukung oleh 1 unit dan N unit cadangan. Contohnya, 5 + 1 dan 5 + 5.
Colocation service ini akan memberikan rasa aman dalam keamanan server dan data serta perawatan perangkat secara berkala. Semuanya itu untuk meminimalisir down time, sampai tingkat 100%.
Data center yang terkemuka biasanya juga berfungsi sebagai backbone untuk cross connect dan internet exchange service. Pengguna colocation data center bisa terhubung dengan berbagai penyedia jaringan yang beroperasi secara nasional dan global.

Dalam hal konektivitas ini, colocation data center sangat mendukung kecepatan internet yang mumpuni dan tenaga ahli yang akan memantau lalu lintas data (data traffic) yang aktif tanpa terputus. Dan untuk koneksi tanpa putus, data center juga menerapkan solusi yang redundant.

Salah satu standar penting dalam manajemen keamanan informasi ini adalah sertifikasi ISO/IEC 27001. Pengguna colocation data center yang berakreditasi ini akan mendapatkan proses kerja, tim lapangan, dan infrastruktur yang lulus dalam uji kehandalan.

Lokasi Colocation Data Center dekat CBD

Dalam memilih perusahaan penyedia colocation data center yang tidak jauh dari ibukota negara atau pusat bisnis dengan pilihan koneksi jaringan yang optimal dan infrastruktur eksternal yang lengkap dan modern di lokasi akan memberikan keuntungan berupa biaya sewa yang kompetitif.

Selain itu, untuk perimeter data center sangat penting untuk memperhitungkan faktor resiko di lokasi yang banyak aktivitas bisnis sehingga rentan terhadap gangguan keamanan.
Dari semua pemaparan yang disampaikan di atas, colocation data center akan berada terdepan dalam menawarkan solusi dan teknologi terbaru untuk keamanan virtual dan fisik, sehingga perusahaan data center akan mengalami peningkatan permintaan colocation dalam beberapa waktu ke depan.