Pusat Data di Indonesia Guna Meraih Manfaat Maksimal

Di era digital sekarang ini, kita akan menemukan data elektronik yang berasal dari berbagai sumber. Data ini dikumpulkan, disimpan dan diproses secara kuantitas dan kualitas dalam tahapan yang semakin kompleks sehingga dikenal istilah Big Data.

Potensi Pengguna Internet di Indonesia

Disebutkan bahwa pengguna internet saja menghasilkan milyaran data per harinya. Dalam beberapa referensi online ditulis sebesar 2,5 quintillion. Apabila 1 milyar terdiri dari sembilan bilangan Nol (0), maka satuan quintillion terdiri dari 18 bilangan Nol.

Kebutuhan yang tersangkut dengan data pun akan menunjukkan trend dengan grafik yang menanjak. Bila Indonesia ingin menjadi bagian dari pertumbuhan pusat data di wilayah Asia Tenggara dan Pasifik, pemerintah dan sektor harus mengambil inisiatif untuk menfasilitasi dan membangun infrastruktur yang mendukung kemajuan ke depan.

Dilansir dari media online Tirto.id, Singapura menjadi lokasi pusat data nomor satu dan terbaik di Asia Tenggara. Beberapa perusahaan global seperti Amazon, Google, Facebook, Microsoft, Alibaba, Tencent, IBM membangun pusat data sendiri di negara pulau seluas lebih besar dari Jakarta ini. Mengapa dibangun di Singapura?

Pertumbuhan pengguna di wilayah Asia Tenggara menjadi alasan Google mengambil keputusan tersebut. Hal senada juga dikemukakan oleh Facebook. Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa Indonesia adalah pasar internet terbesar di Asia Tenggara. Indonesia merupakan negara kelima terbesar di dunia dalam hal pengguna internet, dengan jumlah 143.260.000 (Informasi Internetworldstats).

Berdasarkan informasi Hootsuite, pengguna internet Indonesia ada 150 juta orang. Dengan pengguna beberapa platform media sosial yang dimiliki perusahaan global tersebut mencapai diatas 80%. Instagram 80%, Facebook 81%, WhatsApp 83% dan YouTube 88%.

Dari segi infrastruktur konektivitas internet, pemerintah Indonesia baru saja meresmikan Palapa Ring, yang sering digadang sebagai Tol Langit untuk menghubungkan seluruh propinsi dan kabupaten se-Indonesia dengan kabel laut dan darat, dengan panjang keseluruhannya 57.087 kilometer.

Kesiapan dan Pembaharuan Regulasi Yang Ada

Di Indonesia, terkait dengan hal-hal yang berhubungan dengan data pribadi dan informasi, ada beberapa peraturan yang berlaku, yang terpisah, untuk pengaturan masing-masing sektor, yang diambil sumber informasinya dari kliklegal.com. Sebut saja diantaranya:

  1. Peraturan Bank Indonesia No. 9/15/PBI/2007 mengenai manajemen resiko dalam penggunaan teknologi informasi oleh bank-bank komersil.
  2. Peraturan Menteri Komunikasi dan Informasi No. 11 Tahun 2010 mengenai Penyelenggaraan layanan televisi protokol internet (Internet Protocol Television / IPTV).
  3. Peraturan Menteri Komunikasi dan Informasi No. 36 Tahun 2014 mengenai Tata Cara Pendaftaran Penyelenggara Sistem Elektronik.
  4. Peraturan Menteri (Permen) No. 20 Tahun 2016 mengenai Perlindungan Data Pribadi (PDP) dalam Sistem Elektronik.
  5. Peraturan Menteri Komunikasi dan Informasi No. 4 Tahun 2016 mengenai Sistem Manajemen Pengaman Informasi.
  6. Peraturan Menteri Komunikasi dan Informasi No. 11 Tahun 2016 mengenai Klasifikasi Permainan Interaktif Elektronik.
  7. Peraturan Pemerintah No. 71 Tahun 2019 yang menggantikan Peraturan Pemerintah No. 82/2012 mengenai Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik (PSTE).
  8. Undang-undang No. 19/2016 mengenai perubahan atas Undang-Undang No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Dengan terbitnya Peraturan Pemerintah No. 71 Tahun 2019 ini, terdapat revisi mengenai penempatan data. Ketentuan ini menyebutkan bahwa penempatan data yang bersifat publik dan keamanan wajib berada di data center di Indonesia.

Mengingat bahwa penempatan data lingkup privat bisa dilakukan di Indonesia dan luar Indonesia oleh penyelenggara sistem elektronik berdasarkan PP ini, beberapa asosiasi yang berkaitan dengan industri data center dan telekomunikasi mengajukan judicial review mengingat hal tersebut akan mempengaruhi iklim pengembangan data center dan yang terkait dengannya menjadi tidak pasti untuk pelaku di dalam negeri.

Bagaimana pun sektor swasta baik lokal dan internasional, seperti GTN Data Center mempunyai peran yang besar dalam mengelola data pribadi ini dalam kegiatan bisnis. Kedaulatan data tidak akan berjalan sepenuhnya menjadi kekhawatiran bagi beberapa pelaku industri dan kalangan profesional dan intelektual.