Trading Market di Era Digital 4.0

– Apakah para Anggota Bursa siap menghadapinya ?

Pada tanggal 16 May 2019, bertempat di Main Ballroom Gedung Indonesia Stock Exchange, Jakarta, diadakan seminar singkat terkait perkembangan Industri 4.0 untuk para perusahaan Anggota Bursa (AB). Acara yang diadakan oleh PT Linknet Tbk., dan didukung oleh PT Bursa Efek Indonesia (IDX) dan PT Graha Teknologi Indonesia (GTN Data Center) itu mengundang pakar Teknologi Informasi (TI), Prof. Dr. Ir. R. Eko Indrajit, M.Sc, MBA, Mphil, MA. Acara dibuka dengan sambutan dari Direktur Teknologi Informasi dan Manajemen Resiko Bursa Efek Indonesia yaitu bapak Fithri Hadi dan sambutan dari Presiden Direktur PT. Linknet Tbk yaitu Bapak Marlo Budiman.

Gambar 1. Sambutan dari Bapak Marlo Budiman selaku President Direktur dari PT Linknet Tbk

Prof. Eko, begitu panggilannya, adalah seorang pakar teknologi yang berbakat. Tak hanya sebagai pakar, narasumber berbagai seminar, ia juga seorang akademisi sekaligus penulis puluhan judul buku dan ratusan jurnal ilmiah yang telah dipublikasikan tingkat nasional maupun internasional. Pada seminar kali ini, beliau menjelaskan bahwa ada begitu banyak jenis risiko yang bisa menyebabkan suatu perusahaan stagnan. Salah satu risiko terbesar dari suatu perusahaan adalah jika tidak belajar dan melakukan adaptasi terhadap perubahan, karena segala sesuatu itu berubah, baik itu dunia, pasar, industri, customer, maupun kompetitor. Kesiapan menghadapi dan menyikapi perubahan itu harus menjadi salah satu fokus utama perusahaan dalam menjalankan bisnisnya, apalagi di era transformasi digital yang bergerak sangat cepat saat ini.

Pada saat segala sesuatu serba digital, infrastruktur merupakan hal yang penting pada suatu ekosistem di era digital 4.0. Ekosistem tersebut mencakup mobile computing, media social, cloud computing, internet of things (IoT), machine learning, blockchain, dan lain sebagainya. Ekosistem ini akan bisa berfungsi dengan baik jika ditunjang oleh infrastruktur yang mumpuni. Data center yang stabil dan secure adalah salah satu prasyarat utama.

Segala keterbukaan informasi yang terjadi pada ekosistem pada era digital 4.0 tentunya menimbulkan kekhawatiran mengenai security. Apalagi kini piranti untuk menyadap data dapat diperoleh dengan mudah dan murah. Demikian juga barang yang berkaitan dengan teknologi informasi, walaupun bermanfaat, tetap ada risikonya. Oleh karena itu setiap perusahaan juga harus menganggarkan dana terkait dengan security atau keamanan untuk perlindungan data perusahaan itu sendiri. Dengan didukung security dan infrastruktur yang mumpuni, transformasi digital akan berjalan dengan baik. Adanya dukungan dari Data Center yang memiliki kredibilitas yang tinggi, akan membuat Transformasi Digital sebuah perusahaan minim dari adanya security breach dan human error. Pastikan semua transformasi berjalan di ekosistem yang baik dan memadai. Data Center sebagai “backbone” dari Industri 4.0, dimana sebuah organisasi yang ingin bertransformasi harus siap melakukan investasi pada high performance infrastructure.

Gambar 2. Seminar Singkat dari Prof Dr. Ir. R. Eko Indrajit.

Selagi Industri 4.0 semakin matang, kebutuhan akan Data Center juga semakin meningkat. Jika kita tidak bisa memprediksi apa yang akan terjadi di masa depan, setidaknya kita harus menjadi Future-Proof yang fleksibel dan dapat beradaptasi. Trading Market di Era Digital 4.0 mengutamakan para perusahaan anggota bursa menjadi lebih waspada dan menjadi lebih “agile” (=Lincah) dalam beradaptasi dengan perubahan yang terjadi, termasuk juga penggunaan infrastruktur yang mumpuni.

Gambar 3. Tamu Pembicara Prof. Dr. Ir. R. Eko Indrajit bersama dengan pak Agung Satya Wiguna (Director of Enterprise Sale PT. Linknet TBK) dan Bapak Marlo Budiman (CEO PT. Linknet TBK)

GTN Data Center adalah sebuah perusahaan penyedia colocation data center di Jakarta yang mampu memberikan layanan optimal dan daya dukung maksimal terhadap kebutuhan seluruh penggunanya menghadapi transformasi digital Industri 4.0. GTN juga merupakan salah satu data center terbaik Indonesia yang sudah memberikan layanan selama lebih dari 3 tahun dan berhasil mencapai perjanjian tingkat layanan 100% selama beroperasi. Artikel terkait: Hasil Uji Coba GTN Data Center Di Awal Tahun 2019.

Gambar 4. Foto Bersama Seluruh Peserta Buka Bersama Linknet & Bursa Efek Indonesia.

Acara rutin tahunan yang dikhususkan pada para perusahaan pialang saham kali ini dikemas dalam technology update dan bernuansa sangat mengalir dengan canda tawa dari para peserta serta dimeriahkan dengan pembagian door prize dan buka puasa bersama. Salah satu peserta acara bapak Tjetjep dari PT. Korea Investment & Sekuritas Indonesia sangat mendukung penuh adanya acara ini setiap tahunnya, beliau memberikan kesan-kesannya, “Tradisi yang harus dipertahankan, karena selain menjadi ajang silahturahmi dengan teman-teman sesama AB , acara juga menarik karena dikemas dengan mini seminar yang membahas perkembangan teknologi terbaru, sehingga semakin menambah wawasan kami. Dan yang paling penting banjir Doorprize.” Adapun kegiatan promo yang diberikan oleh GTN adalah layanan Free Local Internet sampai dengan 1 GBPS kepada pada anggota bursa tersebut.